Penulis: Admin

  • Edukasi Karhutla, Polisi dan Mahasiswa STIK Polri Sambangi Warga Kasongan

    Edukasi Karhutla, Polisi dan Mahasiswa STIK Polri Sambangi Warga Kasongan

    Katingan – Polres Katingan bersama mahasiswa STIK Lemdiklat Polri melaksanakan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat di Gg. Suriyadi, Jalan DI. Panjaitan, Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Sabtu (29/8/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama personel Polres Katingan dan Polsek Katingan Hilir memberikan pemahaman mengenai pengertian dan penyebab Karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, sosial, dan perekonomian masyarakat. Warga juga diingatkan mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan dari berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran.

    Selain itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla serta peran aktif warga dalam mendeteksi dan melaporkan keberadaan titik api maupun kejadian kebakaran melalui layanan Kepolisian 110. Koordinasi antara masyarakat, aparat kepolisian, pemerintah desa atau kelurahan, serta instansi terkait juga ditekankan sebagai bagian penting dalam upaya penanganan Karhutla.

    Polres Katingan berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di tengah potensi Karhutla. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (hum)

  • Ikhtiar dan Doa Bersama, Mahasiswa STIK Edukasi Warga Kab. Kapuas Cegah Karhutla

    Ikhtiar dan Doa Bersama, Mahasiswa STIK Edukasi Warga Kab. Kapuas Cegah Karhutla

    Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Tidak hanya melalui patroli dan penanganan di lapangan, langkah pencegahan juga diperkuat dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

    Hal tersebut terlihat di sela-sela kegiatan Sholat Istisqa dan Doa Bersama masyarakat Kabupaten Kapuas, Minggu (30/8/2026). Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri yang tengah melaksanakan kegiatan di wilayah hukum Polres Kapuas turut mengambil kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan Karhutla.

    Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, para mahasiswa STIK mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

    Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

    Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA. mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa STIK merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

    “Pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah agar api tidak sampai terjadi. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam upaya tersebut,” ujar Kapolres Kapuas.

    Menurutnya, momentum Sholat Istisqa dan Doa Bersama juga memiliki makna yang mendalam. Selain memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk semakin peduli terhadap alam dan menjaga lingkungan dari berbagai ancaman kerusakan.

    “Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan hujan dan kondisi yang lebih baik. Namun, ikhtiar juga harus terus dilakukan. Mari kita jaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tambahnya.

    Kapolres berharap edukasi yang diberikan dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas masyarakat lainnya sehingga terbentuk kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla.

    “Mari kita jadikan pencegahan Karhutla sebagai gerakan bersama. Karena menjaga hutan dan lahan berarti menjaga kehidupan, kesehatan, serta masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam menjaga keamanan, kelestarian lingkungan, serta menciptakan wilayah Kabupaten Kapuas yang aman dari ancaman Karhutla.

  • Tim Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla terima arahan teknis dari kasatreskrim

    Tim Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla terima arahan teknis dari kasatreskrim

    Puruk Cahu – Kapolres Murung Raya (Mura) AKBP Agung Gima Sunarya, S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Mura AKP Vani Badra Sadewa, S.I.K. memberikan arahan kepada Tim Satgas Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BKO Lemdiklat Polri di Kabupaten Murung Raya, Sabtu (29/8/2026) siang.
    Satgas Edukasi yang ditugaskan ke wilayah Kabupaten Murung Raya tersebut berjumlah 3 orang, SIP Lemdiklat Polri, Kehadiran mereka merupakan bagian dari langkah Polri dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui penyuluhan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat.
    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mura AKBP Gima menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas Edukasi di Kabupaten Murung Raya. Menurutnya, kehadiran para siswa SIP tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
    “Satgas Edukasi diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Murung Raya, baik melalui tenaga maupun pemikiran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kapolres.
    Kapolres juga menekankan pentingnya mengedepankan langkah preventif dan edukatif dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
    Para personel Satgas Edukasi nantinya akan bersinergi dengan jajaran Polres Mura dan personel kewilayahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.
    Materi edukasi akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan Karhutla, bahaya pembakaran lahan, dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
    Kehadiran Satgas Edukasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencegah Karhutla sejak dini.
    Polres Mura berkomitmen terus memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui sinergi, edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat demi menjaga lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Murung Raya yang aman dan bebas dari dampak Karhutla. (hms)

  • CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK WARGA WASPADA DAMPAK EL NINO

    CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK WARGA WASPADA DAMPAK EL NINO

    Polres Seruyan, 30 Agustus 2026 – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sungai Undang, Brigpol Yoga, menggelar sosialisasi tentang dampak El Nino dan langkah pencegahan Karhutla, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

    Sosialisasi dikemas dalam dialog interaktif, sehingga masyarakat dapat berdiskusi langsung dengan petugas mengenai kondisi lingkungan dan potensi ancaman kebakaran yang mereka temui. Warga diberikan pemahaman mengenai kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan kerawanan munculnya titik api.

    Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, terutama di area dengan vegetasi yang mulai mengering.

    IPTU Dira menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dini. Menurutnya, informasi dari warga menjadi bagian penting dalam mempercepat langkah penanganan apabila ditemukan titik api.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti sebelum api meluas,” ujar IPTU Dira.

    Dialog interaktif tersebut juga menjadi ruang untuk menggali informasi dari masyarakat mengenai kondisi lahan dan potensi kerawanan Karhutla di wilayah sekitar, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pencegahan kebakaran harus dilakukan bersama.

    Humas Polres Seruyan

  • Satgas Karhutla Lemdiklat Polri Edukasi Saka Bhayangkara Polres Lamandau tentang Pencegahan Karhutla

    Satgas Karhutla Lemdiklat Polri Edukasi Saka Bhayangkara Polres Lamandau tentang Pencegahan Karhutla

    Lamandau – Satgas Karhutla Lemdiklat Polri memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada peserta Saka Bhayangkara Polres Lamandau dalam rangkaian Pendidikan Dasar (Diksar) Saka Bhayangkara Angkatan ke-19, Minggu pagi (30/08/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, faktor penyebab terjadinya kebakaran, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kehidupan sosial ekonomi.

    Satgas Karhutla Lemdiklat Polri juga mengajak para peserta untuk turut berperan dalam upaya pencegahan Karhutla dengan menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. Peserta diingatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta Saka Bhayangkara mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kepedulian generasi muda terhadap pencegahan Karhutla.

    Melalui kegiatan ini, Saka Bhayangkara Polres Lamandau diharapkan mampu menjadi mitra Polri dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat serta turut berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

    Kegiatan edukasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Hms)

  • Mahasiswa STIK Edukasi Warga Harara tentang Bahaya Karhutla, Disambut Baik Masyarakat

    Mahasiswa STIK Edukasi Warga Harara tentang Bahaya Karhutla, Disambut Baik Masyarakat

    BARITO TIMUR – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ditunjukkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dengan memberikan edukasi mengenai bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada warga Desa Harara, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Harara tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat. Edukasi diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran warga mengenai berbagai risiko pembukaan lahan dengan cara dibakar.

    Dalam penyampaian materi, mahasiswa STIK menjelaskan dampak pembakaran hutan dan lahan terhadap manusia, hewan serta lingkungan sekitar. Warga juga diberikan pemahaman mengenai potensi meluasnya api apabila pembakaran lahan tidak terkendali, terutama pada kondisi cuaca kering.

    Kegiatan edukasi tersebut didampingi oleh KBO Satbinmas Polres Barito Timur, Ipda Budiyana, dan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari upaya memperkuat penyampaian pesan Kamtibmas dan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

    Mahasiswa STIK yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Andry Fauzan Haryano, S.Tr.K., Muhammad Ilham Tawakkal, S.Tr.K., M.H., Alfan Nisfiur, S.Tr.K., M.H., dan Rifqy Pratama Nugraha, S.Tr.K., M.Sc.

    Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa STIK juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat dengan membagikan masker kepada warga di sela-sela kegiatan. Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada warga yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap Karhutla.

    Interaksi langsung antara mahasiswa STIK dan masyarakat berlangsung secara terbuka. Warga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitar.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa STIK bersama jajaran Polres Barito Timur mengajak masyarakat Desa Harara untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga didorong untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

    Kegiatan edukasi berlangsung aman, tertib dan kondusif. Kehadiran mahasiswa STIK di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam mencegah Karhutla serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan.
    (Joe)

  • Polres Barito Utara Dampingi Serdik Sespimma Gelar Edukasi dan Pendampingan Psikologis Terdampak Karhutla

    Polres Barito Utara Dampingi Serdik Sespimma Gelar Edukasi dan Pendampingan Psikologis Terdampak Karhutla

    MUARA TEWEH – Polres Barito Utara mendampingi Satgas Edukasi Karhutla Serdik Sespimma Polri Angkatan ke-76 memberikan sosialisasi, bantuan kesehatan, dan pendampingan psikologis kepada warga terdampak karhutla di Stadion Swakarya dan Pasar Bebas Banjir Muara Teweh.

    Kegiatan ini meliputi pembagian masker, edukasi regulasi hukum pencegahan karhutla, serta pelatihan teknik Tapping Psikologi untuk meredakan stres dan kecemasan masyarakat akibat paparan asap.

    Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P menyampaikan bahwa aksi ini merupakan komitmen kepolisian dalam melindungi fisik dan mental warga.

    “Polres Barito Utara fokus menjaga kesehatan dan psikologis warga, sekaligus mendorong kesadaran bersama agar kearifan lokal tidak disalahgunakan untuk membakar lahan secara liar,” ujar Iptu Novendra W.P.

    Melalui sinergi bersama Tim Serdik Sespimma (Johannes Erwin P. Sihombing, Pangat Supriyadi, dan Felinsa Oktora Tanau), Polres Barito Utara mengajak masyarakat aktif melaporkan pembakaran lahan ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan.

  • Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Polsek Pahandut Dampingi Mahasiswa STIK Polri Sambangi Poskamling

    Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Polsek Pahandut Dampingi Mahasiswa STIK Polri Sambangi Poskamling

    Palangka Raya – Polsek Pahandut melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aiptu Siswanto mendampingi mahasiswa STIK Lemdiklat Polri dalam kegiatan diskusi bersama warga di Poskamling RT.01/RW.13, Jalan Yogyakarta, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.

    Diskusi tersebut membahas berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan melibatkan unsur kepolisian, Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga setempat.

    Selain berdiskusi, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri turut memantau kondisi Poskamling dan kelengkapan keamanan yang dimiliki. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian bersama terhadap keamanan dan lingkungan.

    “Kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla. Kami terus mendorong warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan dan bersama-sama melakukan langkah pencegahan sejak dini,” jelas Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Minggu (30/8/2026).

    Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut turut membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

    Berbagai masukan dan informasi dari warga dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah pencegahan secara bersama-sama.

    Polsek Pahandut berkomitmen menjaga komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan sambang, diskusi dan pendampingan

    “Sehingga, upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif di lingkungan masyarakat,” pungkas Kapolsek.
    (dk_reborn168)

  • Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Pahandut Dampingi Diskusi Mahasiswa STIK Polri di Poskamling

    Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Polsek Pahandut Dampingi Diskusi Mahasiswa STIK Polri di Poskamling

    Palangka Raya – Bhabinkamtibmas Polsek Pahandut Aiptu Siswanto mendampingi kegiatan mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama masyarakat di Poskamling RT.01/RW.13, Jalan Yogyakarta, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan tersebut diisi dengan forum diskusi bersama Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga setempat yang membahas pencegahan serta langkah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Dalam kegiatan itu, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri juga melakukan pemantauan terhadap Poskamling dan kelengkapan sarana keamanan yang tersedia. Bhabinkamtibmas turut mendampingi sekaligus membangun komunikasi bersama warga.

    “Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Melalui forum diskusi seperti ini, masyarakat dapat saling berbagi informasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di lingkungan masing-masing,” ujar Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, masyarakat dan mahasiswa dalam menjaga lingkungan.

    Poskamling juga diharapkan tetap aktif sebagai sarana meningkatkan kepedulian dan keamanan lingkungan.

    Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, masyarakat diharapkan semakin berperan aktif dalam mencegah karhutla serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
    (dk_reborn168)

  • Pasis SIP Setukpa BKO Polres Gunung Mas Edukasi Warga di Jalur Kurun-Tanjung Riu

    Pasis SIP Setukpa BKO Polres Gunung Mas Edukasi Warga di Jalur Kurun-Tanjung Riu

    Kuala Kurun – Pasis SIP Setukpa BKO Polres Gunung Mas melaksanakan edukasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada tokoh masyarakat dan warga di Jalan Lintas Kurun–Desa Tanjung Riu, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian pamflet dan penyampaian Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah tentang larangan Karhutla, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dengan didampingi Pamapta II Polres Gunung Mas Ipda Yuan Natanael sebagai perwira pendamping. Tiga Pasis SIP BKO turut melaksanakan kegiatan, yakni Yulius Totok Kristianto, Hendri, S.AP., dan Regenson.

    Sasaran kegiatan adalah tokoh masyarakat dan warga yang berada di sekitar jalur Kurun–Tanjung Riu. Edukasi disampaikan secara langsung sebagai langkah pencegahan agar masyarakat memahami risiko pembakaran lahan, terutama pada lahan yang telah ditebang maupun kondisi lahan yang kering.

    Dalam kegiatan tersebut, personel menyampaikan sosialisasi mengenai larangan melakukan pembakaran hutan atau ladang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.

    Selain sosialisasi, personel membagikan pamflet pencegahan pembakaran lahan. Pamflet tersebut diberikan sebagai media pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.

    Mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., Pamapta II Polres Gunung Mas Ipda Yuan Natanael mengatakan edukasi langsung kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya pencegahan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

    “Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan akan lebih baik dilakukan sejak awal, dan masyarakat dapat berperan dengan menjaga lahan serta segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya titik api,” ujar Ipda Yuan.

    Dalam sosialisasi tersebut, petugas juga menyampaikan Maklumat Kapolda Kalteng tentang larangan Karhutla. Penyampaian maklumat dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi secara langsung mengenai larangan pembakaran lahan.

    Menurut Ipda Yuan, komunikasi dengan tokoh masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran bersama. “Tokoh masyarakat memiliki peran untuk membantu menyampaikan pesan pencegahan kepada warga di lingkungannya. Kami berharap informasi yang disampaikan dapat diteruskan sehingga kesadaran menjaga lingkungan semakin baik,” katanya.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi personel Polri untuk berinteraksi langsung dengan warga melalui pendekatan yang komunikatif dan humanis. Kehadiran Pasis SIP BKO bersama perwira pendamping dilakukan tidak hanya untuk menyampaikan imbauan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat mengenai pencegahan Karhutla.

    Pemasangan dan pembagian pamflet dilakukan pada lingkungan yang menjadi sasaran kegiatan, termasuk area lahan yang telah ditebang maupun yang belum ditebang. Langkah ini diarahkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembukaan atau pengelolaan lahan.

    Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polres Gunung Mas mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan di tingkat masyarakat diharapkan dapat dilakukan melalui kewaspadaan, kepatuhan terhadap larangan pembakaran, dan penyampaian informasi secara cepat kepada petugas.

    Pasis SIP Setukpa BKO Polres Gunung Mas bersama Polres Gunung Mas akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla. Sinergi dengan tokoh masyarakat dan warga diharapkan semakin kuat sehingga kepedulian terhadap lingkungan meningkat dan pelayanan kepolisian dalam pencegahan serta penanganan Karhutla terus membaik. (sp)